Kawasan suci punden berundak dan sanggar pamujan zaman batu di lereng Gunung Semeru. Tempat beresonansinya Batu Gending dan pusat kerukunan tradisi masyarakat Kandangan.
Situs Selogending merupakan cagar budaya bersejarah yang terletak di kawasan lereng Gunung Semeru, Desa Kandangan, Kecamatan Senduro. Situs ini memiliki tinggalan bebatuan purbakala bercorak megalitikum seperti susunan punden berundak, batu pelinggih, dan altar persembahyangan zaman batu.
Keunikan utama situs ini adalah keberadaan Batu Gending, yaitu batu andesit alami yang ketika diketuk secara lembut menghasilkan getaran resonansi suara nyaring merdu bertangga nada menyerupai gamelan Jawa/Tengger.
Hingga saat ini, Situs Selogending dirawat dengan penuh penghormatan oleh warga masyarakat desa sebagai ruang spiritual, cagar budaya, dan simbol toleransi luhur keberagamaan di Nusantara.
Nama Selo Gending berakar dari kata Selo (Batu/Waton) yang melambangkan keteguhan iman dan ajaran leluhur yang kokoh, serta Gending (Irama Musik) yang menyimbolkan keharmonisan manusia dengan alam ciptaan Sang Pencipta.
Batuan purba di pelataran ini berbunyi merdu saat diketuk perlahan, menyerupai tangga nada gamelan kuno.
Struktur bertingkat dari batu andesit alami sebagai simbol tingkatan spiritual dan penghormatan leluhur.
Titik temu spiritualitas dan peribadatan masyarakat Hindu Tengger, Islam Jawa, dan peziarah kebudayaan.
Dikelilingi tegakan pepohonan pinus dan udara pegunungan sejuk khas kaki Gunung Semeru Lumajang.
Mari bersama menjaga kesucian cagar budaya, kebersihan alam, dan kelestarian situs leluhur.
Lokasi: Dusun Krajan, Desa Kandangan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (±28 KM dari Pusat Kota Lumajang).
Akses Jalan: Dapat dijangkau oleh kendaraan roda dua maupun roda empat melalui rute aspal Senduro yang indah.